Senin, 11 Februari 2013

Sedikit menenangkan

Selasa, 20 Pebruari 2007

Tepat setelah aku mendengar "...sudah pukul 8 tepat" di radio Sonora, aku sedang bersantai di hari liburanku setelah mengalami ujian semester 1 dan aku lulus semester 1.
Aku mencoba untuk menenangkan diriku dari semua tekanan yang terjadi pada batinku. Aku masih bingung bagaimana caranya agar bisa bertemu dengan orang yang menjadi jodohku nanti, tapi yang pasti dia sangat mirip dengan aku, bukan wajahnya tapi sikap dan prilakunya. Aku senang kalau jodohku mirip dengan aku, karena aku sangat senang dengan diriku ini.
Aku sedikit tenang dan berusaha untuk menyadari dan menerima segala yang ada pada diriku, kalau tidak aku enggak akan bertemu dengan jodohku. Karena kalau aku enggak menerima apa yang ada pada diriku berarti aku belum menerima jodohku itu. Yaa... Allah, ku mohon pertemukanlah dengan jodohku sekarang, karena kalau aku belum bertemu dan belum saling jatuh cinta, aku akan terus menerus berkhayal berpacaran dengan cowok terganteng di Poltek. Aku tahu kalau berkhayal itu tidak baik, tapi itu sudah menjadi kebiasaan dan aku akan selalu iri melihat temanku yang sudah berpacaran.
Namun, selain itu lindungilah aku dari segala tindakan yang menimbulkan kemaksiatan aku ingin berpacaran sehat agar tidak mengganggu pelajaranku, amin!
Aku sekaranga agak membaik meskipun harapanku belum tercapai tapi aku tetap berusaha untuk mendapatkannya apalagi dengan harapanku pada nomor 3, ya... aku kecewa sih, tapi mungkin itu cuma cobaan untuk diiriku ini. Aku pengen sekali bisa percaya diri untuk bicara dengan orang yang baru aku kenal dan kau pengen banget bisa percaya diri untuk tampil beda, gimana ya caranya...? Dan bagaimana juga untuk menjadi orang dewasa?
Gimana ya... caranya biar jadi cewek sejati dan cewek yang menarik? agar aku bisa dihargai...
Bagaimana ya caranya?
Bagaimana ya solusinya?
Seperti apa ya cewek sejati itu?
Apa itu cewek yang menarik?
Apa sih ciri-cirinya?
Tolong kasih tau dong!

Sabtu, 09 Februari 2013

Pandanganku mengenai cinta pada pandangan pertama setelah merasa patah hati (dari buku diariku dulu)

Cinta Pada Pandangan Pertama

Cinta pada pandangan pertama adalah rasa cinta (rasa tertarik) pada saat pertama kali bertemu dengan didasarkan pada ketertarikannya pada paras wajah yang begitu mempesona. Ini berarti cinta pada pandangan pertama sering terjadi  apabila orang yang dicintainya itu berwajah cantik atau tampan.
Bagi orang yang berwajah jelek, janganlah mengharapkan untuk menjadi seseorang yang dicintai melalui cinta pada pandangan pertama. Jadi, bagi orang jelek hanya bisa menjadi orang yang jatuh cinta pada pandangan pertama namun tidak menjadi orang yang dicintai pada pandangan pertama dan juga belum tentu cinta itu terbalaskan namun malah menyakitkan karena bagi orang yang berwajah mempesona hanya menyukai orang yang berwajah mempesona juga.
Oleh sebab itu, kita sebagai orang jelek harus memilih pasangan yang sesuai dengan kita, apabila kita jelek memilih pasangan jangan pada orang yang sangat sempurna wajahnya. Dan jangan coba-coba memilih untuk jatuh cinta pada pandangan pertama karena pasti akan menyakitkan yang disebabkan orang tersebut tidak akan menyukai orang yang jelek seperti kita.

Pesan-pesan:
Teruslah dan jangan berhenti untuk merawat wajah dan tubuh kita agar tampak lebih menarik. Teruslah untuk tetap ceria, dan selalu berbaik hati pada orang lain, ramah, sopan santun dengan tetap menjaga harga diri kita meskipun kita sebagai orang jelek karena meski kita berwajah jelek namun kita tetap bisa memiliki hati yang indah melebihi wajah yang indah.
Biarlah cinta kita tak terbalas, mungkin jodoh kita akan lebih baik dari sebelumnya dan yang pasti orang yang mencintai kita itu pasti dengan ketulusan hati dan penuh pengorbanan juga pengertian.

Setelah dibaca lagi...

Sabtu sore ini... ketika aku melihat di sudut bawah kanan layar laptopku tertera tanggal 9 Pebruari 2013, aku memulai untuk mengetik kembali blog ini setelah aku membaca kembali diariku pada masa remajaku dulu. Aku menemukan diari ini tersimpan di dalam sebuah kemasan kotak dengan warna sampul yang sama dengan bukunya, diari ini berada di bawah sekali dari tumpukan buku-buku yang ada di dalam lemariku.... lalu aku membacanya kembali.
Hey, bagaimana ketika kalian mengingat kembali masa-masa remaja kalian? Lucu? Indah? Dan cerah kah? Ada beberapa halaman pada diari ini membuatku tertawa sendiri mengenai pengakuanku waktu itu. Sungguh hampir seluruh tulisanku itu menceritakan keluhanku, dan segala kekuranganku, aku tertawa karena aku merasa alangkah beraninya aku mengakui segala kekuranganku yang sebenarnya sama sekali tidak bisa aku terima pada kenyataannya. Aku menemukan beberapa halaman pada diari ini yang mana terdapat kumpulan foto-fotoku yang sangat jelek sekali dan pada foto-foto tersebut aku coret-coret karena kesal dengan kenyataanku pada saat itu sangat jelek sekali. Saat itu aku susah sekali mendapatkan diriku nampak begitu cantik ketika difoto, aku malu... dan membuatku semakin tidak percaya pada diri sendiri. Selain itu... aku menelaah kembali tulisan-tulisanku pada diari itu, hampir semuanya mencerminkan nasib remajaku yang suram dan tidak mempunyai sahabat karib yang selalu menemani hari-hariku. Ya... pikir saja, untuk apa aku menulis sebuah diari, ini dikarenakan aku tidak punya teman untuk curhat dan menceritakan apa saja yang aku rasakan pada diriku ini.
Aku akan menyampaikan kepada kalian melalui blog ini, apa saja yang aku tulis pada diari ini. Karena sekarang hal-hal yang aku takutkan, dan hal-hal yang selalu aku keluhkan waktu itu tidak lagi menjadi permasalahanku. Aku sudah tidak menghiraukan lagi mengenai kekurangan-kekuranganku, aku sudah membiasakan diri untuk menjalani hidupku apa adanya namun tetap bersemangat untuk berusaha menjadi lebih baik. :)