Dari handphoneku aku membaca email masuk yang isinya sebagai berikut:
Dengan Hormat,
Bersama email ini saya sampaikan bahwa akhir-akhir ini entah kenapa secara tidak disengaja dan tidak disadari semakin berjalannya waktu, semakin hari, semakin dilihat, semakin diperhatikan, semakin disadarkan, semakin aku berpikir, meskipun ku abaikan, meskipun ku coba untuk menyangkal, meskipun aku paksakan untuk menyadarkan diri dan meyakinkan diri untuk tidak akan menyadarkan kenyataan yang sedang terjadi akhir-akhir ini, namun ternyata hati kecil dan perasaan pada diri ini terus menolak dan menegaskan bahwa diriku ini sebenarnya.... sebenarnya... sebenarnya.... ah, sudahlah. Bukan akan aku biarkan waktu yang menjawab, namun aku hanya pasrah kepada yang ter-"yang memberikan keresahan padaku akhir-akhir ini"lah yang bisa menjawab dan mengakhirinya. Meskipun jantung ini terus terasa seperti ini, akan aku tahan dan menahan untuk menyimpannya.
Hiks, hiks, hiks, hiks!
Demikianlah yang dapat saya sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya saya ucapkan terima kasih.
Best Regards,
- Yuli Mirda -
- Yuli Mirda -
Ah, ini adalah email dari diriku sendiri... Inilah keresahan yang akhir-akhir ini aku rasakan. Aku jadi gak tenang, cemas, ingin menangis dan takut... aku takut akan terjadi lagi. Aku takut sakit hati lagi, aku takut jatuh cinta lagi.
Aku bukannya ingin menutupi diri untuk tidak akan jatuh cinta lagi, tapi inilah proses pada diriku yang sudah disakiti oleh mereka.
Aku hanya butuh orang yang benar-benar sayang padaku, benar-benar menginginkan aku seutuhnya.