Jika tidak tau rasanya... kali ini akan aku beritahu.
Ini bukan seperti ceritaku sewaktu kecil dulu... ketika aku menangis karena tidak bisa meraih semua uang logam kepunyaanku jatuh bebas ke dalam sumur.
Ini rasanya, beribu-ribu rasa bersalah yang teramat besar pada diri ini... betapa buruknya rasanya diri ini.
Rasa berdosanya diri ini karena saat itu aku merasa betapa kurangnya aku, betapa buruknya kisahku... Apa salah aku? Apa kurang aku? Aku merasa dibentuk menjadi buruk.
Aku mudah menangis, namun aku menahannya beserta rasa sakit hingga ke jantung, paru-paru, tenggorokan, denyut nadi hingga ke urat-urat saraf.
Aku cemburu, ya! Tentu saja aku cemburu. Aku marah, ya! Tentu saja aku marah.
Jatuh cinta adalah rasa paling terindah yang pernah aku rasakan diatas segala keinginan yang belum pernah terkabulkan. Aku telah memperjuangkannya. Aku telah merasakan kebahagiaan bersamanya. Menghabiskan waktu berjalan berdua dengannya. Tertawa bebas dengannya. Sungguh, itu sungguh bahagia menurutku.
Dan ketika aku menemukan diri ini tidak bisa meraihnya lagi. Tidak bisa memberikan rasa bebas merindu padanya lagi. Tidak bisa menatap wajahnya lagi.
Dia telah jauh... jauh sekali... dan aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
Ya, banyak sekali yang ingin aku beli dari uang logam yang sudah aku kumpulkan. Ya, aku mulai teringat senyum manisku ketika itu.
Namun, ketika aku sadari cerita ini sangat menyedihkan... aku menangis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar